Rabu, 14 Juni 2017

Di sini saya telah membuat alat Shaft dan melakukan analisa pada Shaft tersebut. Dibagi 2 proses yaitu Pre Prossesing dan Post Prosessing.

1.     PRE PROCESSING

Static Assembly Analysis adalah model analisis struktur assembling untuk mengetahui batas kemampuan part yang sudah terassembling dengan material tertentu dan menahan beban yang dikenakan kepadanya secara statis baik tekan, tarik atau pun beban puntir.

Ø  Buka file gambar kemudian pilih tab “Simulation, lalu Study Advisor, lalu New Study “

Ø  Isi study name “ dimas ” lalu pilih “Static” untuk tipe analysis. Setelah itu OK.

Ø  Lalu klik icon plus maka akan muncul bagian-bagian pada shaft assem, kemudian pilih jenis material pada masing-masing part yang digunakan dengan cara klik kanan pada masing-masing Part-Apply/Edit Material. Apply material Bearing 1 & 2 dengan bahan jenis Alumunium 7079 Alloy, Poros dengan bahan jenis Alumunium 2014 Alloy, dan Pulley dengan  Steel AISI 1020 .

Ø  Pilih material Alumunium 7079 Alloy pada Bearing 1

Ø  Pilih material yang sama pula pada Bearing 2 yaitu Alumunium 7079 Alloy

Ø  Pilih material Alumunium 2014 Alloy pada Poros

Ø  Pilih material Steel AISI 1020 pada Pulley

Ø  Lalu proses Connections pada bearing,  klik kanan pada Connections dan pilih Bearing. Untuk mengkoneksi antara bearing dan poros.

Ø  Kemudian pada kotak Type terdapat kotak warna biru dan merah muda. Pada Kotak Biru klik Face<1>@Poros1 bagian dalam pada rumah Bearing dan pada Kotak Merah Muda klik Face<2>@Bearing1 pada Poros. Dan Non aktifkan Allow self-allignment. Kemudian klik OK. Dan lakukan hal yang sama untuk bearing kedua, seperti langkah di atas.

Ø  Selanjutnya, klik kanan lagi pada Connections dan pilih Contact Set.

Ø  Pada kotak Contact pilih Automatically find contact sets, kemudian klik pada kotak Components dan Blok semua part pada asembling. Lalu klik Find contact sets, maka akan menghasilkan Results 10 Contact set.

Ø  Masukan Result 10 kontak set dengan menekan symbol tambah (+) berwarna hijau di setiap set nya
Ø  Jika Result sudah di masukan semua lalu Klik OK.

Ø  Selanjutnya klik kanan Fixtures, pilih Fixed Geometry. Dan pilih face pada bearing 1 dan 2 seperti pada gambar di bawah ini.

Ø  Pada bearing satu pilih Face<1>@Bearing-1
Ø  Pada bearing dua pilih Face<1>@Bearing-2
Ø  Hingga seperti gambar diatas
Ø  Lalu klik OK.


Ø  Kemudian, pemberian beban pertama pada ujung Poros dengan cara klik kanan External Loads Pilih Force.

·         Kemudian klik Face<1>@Poros-1 pada ujung Poros dan berikan sebesar 10 N dengan arah ke bawah. Kemudian klik OK
·         Selanjutnya Klik External Load lalu pilih Gravity.

Ø  Disini menunjukan arah dari gravitasi yaitu menakan ke bawah

Ø  Pada posisi bagian atas poros, Lalu Klik OK.

Ø  Selanjutnya beban centrifugal pada Poros, klik kanan pada External Loads kembali dan pilih Centrifugal.

Ø  Pada kotak Selected Reference klik Face<1>@Poros-1, kemudian pada kotak Angular Velocity masukkan 250 rad/s.

Ø  Dan Load pada bearing, klik kanan External Loads lalu pilih Bearing Load.

Ø  Pada kotak Bearing Load pilih Face<1>@Bearing-1 bagian dalam pada Bearing, kemudian pada Coordinate System klik Coordinate system pada Bearing 1. Dan pada kotak Bearing Load pilih Direction Y bseesar Load 15 N dengan arah Positif. Lalu OK.

Ø  Dan lakukan hal yang sama pada Bearing Load 2, hanya pada arah besar Load pada Direction Y dengan arah negative atau arah sebaliknya.

Ø  Dan pemberian External Loads terakhir pada Pulley, sebelum itu buat axis pada Pulley tersebut dengan cara Insert-Reference Geometry-Axis lalu pilih Face Cylinder Pulley , Lalu pilih  Axis1.

Ø  Dan dilanjutkan pemberian External Loads pada Pulley dengan cara klik kanan pada External Loads lalu Force. Kemudian pilih Face<1>@Pulley-1, kemudian klik Selected Direction dan pilih Axis1 yang telah dibuat, dan masukan besar Gaya 17 N dengan direction Y positif.


2.     POST PROCESSING

Setelah proses solving selesai, hasil analysis dapatlangsung Ada 4 hasil analysis yang dapat ditampilkan dengan memilih pada “Model Tree” yaitu :
1.      Stress Result
2.      Displacement Result
3.      Straint Result
4.      Faktor Keamanan

Hasil Assembly Stress Analysis Von Misses Stress
Dari hasil analisis di atas, dapat diketahui besar tegangan maksimum terjadi pada part Bearing 1 (bearing bawah) adalah sebesar 131,430,176,0 N/m2 dengan posisi bagian  pada bearing 1 sekitar pulley. Hal ini disebabkan dari arah Gaya ke bawah pada ujung Poros (force) sebesar 10 N, Centrifugal Load pada poros sebesar 250 rad/s, serta pada kedua Bearing diberikan Load sebesar 15 N. Serta Pulley 17 N.

Hasil Static Assembly Analysis Displacement
Dari hasil analisis dapat diketahui besar displacement maksimum yang didapatkan adalah sebesar 1.064e+001 mm dan displacement minimal yang di dapat adalah 1.000e-030 mm dengan posisi displacement maksimum terdapat pada part bearing 1. Hal ini disebabkan karena tegangan yang terjadi pada bearing 2 dan menumpu part-part lain salah satunya bearing 1. Sehingga yang terjadi gaya pada part bearing 2 merambat sampai pada daerah bearing 1 dan menghasilkan perubahan yang maksimal pada bearing tersebut.
  
Hasil Static Assembly Analysis Strain
Dari hasil analisis dapat diketahui besar strain maksimum yang didapatkan adalah sebesar 1.052e-003 mm dengan posisi strain maksimum terdapat pada part bearing 2. Bearing tersebut meregang, diakibatkan tegangan maksimal berada pada daerah tersebut.

Faktor Keamanan Assembly Analysis 
FAKTOR KEAMANAN 
Ø  Perhitungan factor keamanan (ῃ) =
Ø  Sy = yield stress .untuk material pulley Steel AISI 1020 diketahui sebesar  351,571,000,0 N/m^2
Ø  ∂e = tegangan von mises maksimum. Pada analisa tegangan Von Mises Stress diketahui 131,430,176,0 N/m^2
Ø  Maka = (ῃ) =       =  N/m^2

Maka dapat di simpulkan dari hasil perhitungan faktor keamanan yang dihasilkan pada uji coba ini di dapat nilai sebesar 2.627 N/m^2. Maka material yang di gunakan dalam analisis Shaft Assem ini dapat dintakan Bagus dan Aman. Sebab batas faktor keamanan ada di angka 2 N/m^2.

Senin, 17 April 2017

Tugas Softskil Rangkuman 2 jurnal (PLTA)

TUGAS SOFTSKILL
RANGKUMAN DUA JURNAL
Tema : Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Latar Belakang
Sumber listrik saat ini masih didominasi dengan batu bara yang akan habis seiring berjalannya waktu. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya air yang sangat melimpah, sementara masih banyak daerah yang tidak dapat menikmati listrik. Pembangkit listrik Tenaga Air (PLTA) bisa menjadi solusi dalam mengatasi masalah kekurangan listrik saat ini. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah suatu pembangit listrik yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi ter- junan (head) dan jumlah debit. Secara teknis air mempunyai tiga komponen utama yaitu air, turbin dan gene-rator. Pada dasarnya air memanfaatkan energi potensial jatuhan air (head), semakin tinggi jatuhan air maka semakin besar energi potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik.

Tujuan Penelitian
          Mengetahui perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Air di 2 lokasi yang berbeda.

Hasil Rangkuman
1.      PERANCANGAN INSTALASI ALIRAN AIR PLTA RENUN GUNA PENINGKATAN DAYA KELUARAN GENERATOR SINKRON

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Renun adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air sungai renun dan sebelas anak sungai lain yang kemudian dikumpulkan dalam suatu bendungan pengantar. PLTA Renun menghasilkan sebesar 313,5 GWh energi yang dihasilkan per tahun. Namun potensi sumber daya air pada sungai renun masih dapat dimanfaatkan lebih maksimal lagi dengan memodifikasi aliran air menuju rumah turbin guna meningkatkan daya keluaran turbin. Pada tulisan ini membahas tentang perancangan atau modifikasi aliran air menuju rumah turbin meliputi perubahan panjang, diameter dan bahan material pipa penstock yang digunakan dalam instalasi sehingga dapat mengurangi rugi gesekan air terhadap permukaan pipa dengan itu mengurangi juga rugi-rugi kehilangan tinggi tekan air (meningkatkan head efektif) sehingga daya keluaran turbin atau daya input mekanis generator pun meningkat.

2.      PERENCANAAN DASAR BANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) KALIBEBER KABUPATEN WONOSOBO

Sumber listrik saat ini masih didominasi dengan batu bara yang akan habis seiring berjalannya waktu. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya air yang sangat melimpah, sementara masih banyak daerah yang tidak dapat menikmati listrik. Pembangkit listrik Tenaga Air (PLTA) bisa menjadi solusi dalam mengatasi masalah kekurangan listrik saat ini. PLTA adalah suatu sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan air dan head sebagai sumbernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dasar (basic design) bangunan PLTA dan mengetahui besarnya daya listrik yang dihasilkan oleh PLTA Kalibeber. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi PLTA di Sungai Serayu hulu di Desa Kalibeber Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo. PLTA Kalibeber berpotensi untuk didirikan karena daerah tersebut memiliki sumber air yang berasal dari sungai Serayu yang cukup deras. Analisa debit banjir 50 tahunan dihitung menggunakan Metode Nakayasu dengan luas daerah aliran sungai 130,875 km2. Hasil perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh debit banjir 50 tahunan sebesar 373,175 m3/detik sebagai dasar dalam desain bangunan bendung pada PLTA Kalibeber, sehingga diperoleh tinggi mercu 5 m, jari-jari mercu 2,5 m, tinggi vertikal bendung 16,5 m, panjang bendung 12,5 m dan pajang kolam olak 32 m. Debit andalan dengan probabilitas 90%  sebesar 2,07 m3/det dan data debit inflow PLTA Garung sebesar 1,39 m3/det digunakan untuk desain bangunan pengambilan (intake), saluran pembawa, kantong lumpur, bak penenang dan pipa pesat (penstok) sehingga diperoleh dimensi intake dengan lebar pintu 2 m, tinggi pintu 1,4 m, dan jumlah pintu 2 buah. Bangunan pembilas bendung dengan lebar pintu pembilas 1,5 m, tinggi pintu pembilas 1 m, jumlah pintu pembilas 2 buah. Saluran terbuka dengan lebar 4 m, tinggi 1,5 m, tinggi jagaan 0,6 m dan kemiringan saluran 1:1,5. Kantong lumpur dengan lebar 8,5 m dan panjang 70 m. Bak penenang dengan lebar 9 m, panjang 27 m dan kedalaman bak penenang 4 m. Pipa pesat (penstok) dengan diameter 1,5 m dan tebal 6 mm. Energi listrik yang dihasilkan oleh sistem PLTA Kalibeber dengan debit 3,46 m3/detik diperoleh daya sebesar 1.218,73 kW dan energi sebesar 438.741,51 kWh selama 15 hari pertama pada bulan januari. Energi tertinggi dihasilkan pada bulan Desember 15 hari terakhir sebesar 467.990,94kWh dan energi terkecil dihasilkan pada bulan Februari 15 hari terakhir 365.888,34 kWh.Besarnya rata-rata energi listrik yang dihasilkan setiap tahun adalah 435.848,20 kWh.

 

Kesimpulan Penulis

            Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Air di dua Lokasi tersebut mempunyai perancangan yang berbeda dikarenakan berbagai faktor seperti.

·         Kondisi alam lokasi PLTA

·         Luas aliran sungai

·         Laju kecepatan aliran sungai

·         Debit dan volume sungai

Semakin luas sungai, debit sungai yang besar dan semakin cepat laju aliran sungai maka akan semakin besar daya listrik yang bisa dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air Tersebut.

Seperti pada dua PLTA diatas Besar rata rata energy listrik setiap tahun yang dihasilkan berbeda. Pada PLTA Renun menghasilkan sebesar 313,5 GWh energi yang dihasilkan per tahun. Sedangkan pada PLTA Kalibeber di kabupaten Wonosobo menghasilkan energy tahunan sebesar 435.8 GWh

Maka PLTA Kalibeber menghasilkan energy listrik yang lebih besar dibandingkan dengan PLTA Renun.

 







Rabu, 15 Maret 2017

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DI BIDANG TEKNIK MESIN

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DI BIDANG TEKNIK MESIN

1.         Pengertian Teknologi Informasi
Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi terlebih dahulu harus dipahami pengertian dari teknologi dan informasi itu sendiri. Berikut ini pengertian teknologi dan informasi. Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya. Teknologi informasi (information technology) biasa disebut TI, IT, atau infotech. Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi:
A.    Haag dan Keen (1996)
Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
B.     Martin (1999)
Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer ( perangkat keras dan perangkat lunak ) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
C.     Williams dan Sawyer (2003)
Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.
Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi baik secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain, yang disebut teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi.
Penjelasan atas dua teknologi yang mendasari teknologi informasi adalah sebagai berikut.
A.    Teknologi Komputer
Teknologi komputer dalah teknologi yang berhubungan dengan komputer, termasuk  peralatan-peralatan yang berhubungan dengan komputer seperti printer, pembaca sidik jari, dan bahkan CD-ROM. komputer adalah mesin serba guna yang dapat dicontrol oleh program, digunakan untuk mengolah data menjadi informasi. Program adalah deretan intruksi yang digunakan untuk mengendalikan komputer sehingga komputer dapat melakukan tindakan sesuai yang dikehendaki pembuatnya. Data adalah bahan mentah bagi komputer yang dapat berupa angka maupun gambar, sedangkan informasi adalah bentuk data yang telah diolah sehingga dapat menjadi bahan yang berguna untuk mengambil keputusan. Data komputer sebagai pemroses informasi program.
B.     Teknologi Komunikasi
Teknologi telekomunikasi atau biasa juga disebut teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Termasuk dalam kategori ini adalah telepon, radio, dan televisi.
2.         Pengertian Teknik Mesin
Teknik Mesin (Mechanical Engineering) adalah cabang ilmu rekayasa (engineering) yang mengaplikasikan prinsip fisika untuk analisis, desain, pengembangan, pembuatan, operasi serta pemeliharaan perangkat dan komponen mekanikal. Umumnya banyak orang menganggap bidang teknik mesin hanyalah terbatas dengan hal-hal berkaitan dengan mesin (machine/engine), sehingga tidak jarang teknik mesin sering dianalogikan dengan bidang otomotif. Sesungguhnya mesin dan otomotif tersebut hanyalah bagian kecil dari bidang teknik mesin yang merupakan cabang ilmu rekayasa yang paling luas cakupannya. Beberapa bidang yang termasuk dalam cakupan teknik mesin antara lain analisis struktur, kinematika, dinamika, termodinamika, perpindahan kalor, teknik material, konversi energi, teknik pendingin, mekanika fluida, metrologi, otomasi industri, mekatronika, robotika, serta manufaktur.
Berikut adalah penjelasan singkat tentang bidang-bidang yang terdapat pada Teknik Mesin :
  1. Analisis struktur : membahas tentang kemampuan suatu struktur/konstruksi dalam menahan beban.
  2. Kinematika : membahas tentang analisis gerak tanpa memperhitungkan gaya penyebabnya.
  3. Dinamika : membahas tentang analisis gerak dengan memperhitungkan gaya penyebabnya.
  4. Termodinamika : membahas tentang energi dan perubahannya.
  5. Perpindahan kalor : membahas tentang perpindahan energi berupa panas/kalor.
  6. Teknik Material : membahas sifat material dan proses pembuatannya.
  7. Mesin konversi energi : membahas siklus-siklus yang digunakan untuk menghasilkan kerja.
  8. Teknik pendingin : membahas sistem yang digunakan untuk mendinginkan zat serta sistem pengkondisi udara.
  9. Mekanika fluida : membahas analisis fluda dalam keadaan statis (diam) maupun dinamis (bergerak).
  10. Aerodinamika : bagian dari mekanika fluida yang mambahas aliran gas di seputar benda padat.
  11. Hidrodinamika : bagian dari mekanika fluida yang membahas aliran zat cair di seputar benda padat.
  12. Metrologi : membahas tentang metode dan alat ukut geometri (bentuk).
  13. Otomasi industri : membahas alat dan metode otomatis yang digunakan di industry.
  14. Mekatronika : membahas tentang sistem kendali mekanik menggunakan computer.
  15. Manufaktur : adalah bidang ilmu rekayasa yang mempelajari proses pembuatan produk, mulai dari proses perancangan, proses produksi hingga proses kontrol kualitas.
Karena bidang cakupan yang luas, maka bidang teknik mesin juga bersinggungan dengan cabang ilmu lainnya, khususnya rekayasa. Berikut ini adalah beberapa contoh bidang yang bersinggungan dengan teknik mesin adalah sebagai berikut :
  1. Teknik Sipil : kekuatan struktur/konstruksi dan mekanika fluida. Perbedaannya pada bidang Teknik Mesin struktur yang dibahas tidak hanya yang bersifat statis, namun juga yang dinamis. Pada mekanika fluida di Teknik Sipil umumnya lebih terkonsentrasi pada saluran terbuka, sedangkan pada bidang Teknik Mesin selain saluran terbuka juga dipelajari untuk saluran tertutup.
  2. Arsitektur : akustik ruang, sistem pengkondisian udara
  3. Teknik Kimia : peralatan industri proses seperti pompa, kompresor, turbin, penukar kalor. Pada Teknik Kimia dibahas mengenai prosesnya, sedangkan orang teknik mesin bertugas merancang peralatan tersebut.
  4. Teknik Industri : bidang manufaktur.
  5. Teknik Informatika : pemrograman untuk komputasi (perhitungan) dan untuk sistem kendali mekanik berbasis computer.
  6. Teknik Elektro : bidang mekatronika dan sistem otomasi pada industry.
  7. Kedokteran Umum : perancangan dan pembuatan material pengganti anggota tubuh, seperti tulang dan otot.
  8. Kedokteran Gigi : saling terkait pada bidang material, misalnya yang digunakan sebagai penambal gigi, kawat gigi, dan gigi palsu.
  • Kesimpulan :
Penerapan Teknologi Informasi dalam bidang teknik mesin berarti suatu proses penggabungan antara Teknologi dan Informasi yang mencakup segala bidang teknik mesin (rekayasa) untuk mempermudah mencari dan memberikan informasi dalam suatu teknologi.
3.         Penerapan Teknologi Informasi Dalam Bidang Teknik Mesin
Teknologi Informasi adalah sebuah dunia yang selalu dinamis dan mudah berubah, yang sekarang ini menjadi trend tetapi belum tentu menjadi trend pada masa yang akan datang. Beberapa tahun lalu, para progammer Indonesia mungkin masih menggunakan Visual Basic, Delphi, Vicual C++ dan berbagai bahasa program lain yang menggunakan orientasi objek, namun saat ini pemograman sudah beralih ke pemograman berbasis internet. Perubahan yang pesat dalam dunia teknologi Informasi turut membawa pengaruh yang besar pada bidang-bidang yang diimplementasikan, termasuk dunia industri.
Penerapan teknologi informasi dalam bidang indrustri sekarang ini telah meluas dipergunakan karena memungkinkan proses produksi didalam industri lebih efisien dan lebih efektif. Didalam proses produksi, komputer dapat digunakan untuk pengawasan numeric (numerical control) atau untuk pengawasan proses (process control). Pengawasan numeric (numerikcal control) berarti pengawasan secara otomatis terhadap posisi dan operasi dari mesin-mesin yang dipergunakan, seperti misalnya mesin pemotong, grenda, mesin pres dan lain sebagainya sistem pengawasan numeric ini dilakukan dengan data numeric. Sstem komputer mengerjakan intruksi dan mengatur hasil kerja mesin sesuai dengan data yang dimasukkan. Dengan dipergunakannya komputer untuk pengawasan tersebut, hasil kerja dari mesin akan lebih memuaskan dan mengurangi kesalahan. Dari beberapa bahasa komputer yang dipergunakan   membuat program untuk mengatur komputer pengawasan numeric, diantaranya APT(Automatically programmed Tools).
Pengawasan proses (process control) berarti menyediakan otomatisasi didalam operasi proses yang kontinyu. Komputer untuk pengawasan proses digunakan pada indrustri untuk membuat otomatis proses produksi dan untuk mengatur secara otomatis variable-variabel yang mempengaruhi proses produksi tersebut yang sulit dilakukan oleh manusia yang serentak. Faktor-faktor variabel yang mempengaruhi proses produksi dapat berupa waktu pengolahan, berat bahan, tekanan, temperatur, ukuran, volume dan sebagainya. Komputer ini banyak dipergunakan pada proses produksi baja, penyulingan minyak, produksi kertas, bahan-bahan kimia, semen, makanan dan lain-lainnya.

  1. Pemanfaatan Teknologi Komputer
Penggunaan teknologi komputer pada bidang industri sudah banyak diterapkan oleh banyak perusahaan untuk memudahkan proses. Dalam proses produksi komputer dapat digunakan untuk pengawasan numeric (numeric control) atau pengawasan proses (process control).Digunakan untuk mengendalikan mesin-mesin produksi dengan ketepatan tinggi misalnya Komputer Aided Manufacture (CAM), Komputer Aided Design (CAD) dan Komputer Integrated Manufacture (CIM).
  1. Numerical Control
Numeric control adalah suatu mesin yang dikontrol oleh komputer dengan menggunakan bahasa numerik (data perintah dengan kode angka, huruf dan simbol). Numeric control merupakan sistem otomatisasi mesin perkakas yang dioperasikan olehperintah yang diprogram secara abstrak dan disimpan dimedia penyimpanan.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari Numeric Control :
Kelebihan
Kekurangan
1.      Meningkatkan produktivitas
2.      Keakuratan lebih besar
3.      Mengurangi kebutuhan pemerikasaan
1.      Modal yang ditanamkan mengalami peningkatan
2.      Usaha Pemeliharaan lebih tinggi
3.      Dibutuhkan tenaga ahli untuk memprogram


  1. Process Control
Process Control (Kontrol Proses) adalah statistik dan disiplin teknik yang berhubungan dengan arsitektur, mekanisme dan algoritma untuk menjaga output dari proses tertentu dalam kisaran yang diinginkan. Pengendalian proses secara luas digunakan dalam industri dan memungkinkan produksi massal dari proses yang terus menerus seperti penyulingan minyak, pembuatan kertas, bahan kimia, pembangkit listrik dan industri lainnya. Kontrol proses memungkinkan otomatisasi, dengan yang sedikit staf personil operasi dapat mengoperasikan proses yang kompleks dari ruang kontrol pusat
  1. Computer Aided Manufacture
Komputer Aided Manufacture (CAM) adalah penggunaan komputer untuk membantu dalam semua operasi dari pabrik, termasuk perencanaan, manajemen transportasi, dan penyimpanan.Tujuan utamanya adalah untuk membuat proses produksi yang lebih cepat serta komponen dan perkakas dengan dimensi yang lebih tepat dan konsistensi material, yang dalam beberapa kasus, hanya menggunakan jumlah yang diperlukan bahan baku (sehingga meminimalkan limbah), sekaligus mengurangi konsumsienergi.
  1. Computer Aided Design
Komputer Aided Design (CAD) adalah penggunaan sistem komputer untuk membantu dalam penciptaan, modifikasi, analisis, atau optimasi dari desain.CAD digunakan untuk meningkatkan produktivitas desainer, meningkatkan kualitas desain, meningkatkan komunikasi melalui dokumentasi, dan untuk membuat database untuk manufaktur.

  1. Computer Integrated Manufacture
Komputer Integrated Manufacture (CIM) adalah pendekatan pembuatan menggunakan komputer untuk mengontrol seluruh proses produksi. Integrasi ini memungkinkan proses individu untuk bertukar informasi dengan satu sama lain dan melakukan tindakan. Melalui integrasi komputer, manufaktur dapat lebih cepat dan mengurangi kesalahan, meskipun keuntungan utama adalah kemampuan untuk menciptakan proses manufaktur otomatis.