Jumat, 09 Mei 2014

Manusia dan Harapan

            Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi. Dari kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia.
Manusia dan Tanggung Jawab

Pengertian yang kita peroleh sehari-hari untuk kata " per-tanggungjawaban "  dari kata "tanggung jawab” yaitu beban psikis, yang melandasi pelaksanaan kewajiban (atau dalam melakukan kewajiban)  dari tugas tertentu. Kesanggupan seseorang terhadap suatu tugas wajib atau disebut kewajiban, akan berakibat suatu celaan atau akibat tertentu jika tidak dilaksanakan.  Apabila meniggalkan tugas wajib dapat diartikan melupakan kewajiban atau tak bertanggung jawab.  Sebagai contoh misalnya, "seorang sudah sanggup menerima tugas mengajar sebuah mata pelajaran di suatu kelas,  maka untuk itu ia akan menerima imbalannya Kalau ia tidak melaksanakan tugas tadi (wajib), maka tanggung jawab moralnya dianggap rendah atau bahkan sebut tak punya tanggung jawab moral.  Jadi dengan adanya kewajiban itu ia memiliki tanggung jawab karena ia melakukan tugas wajib,  sehingga pernyataan bahwa:  ia tidak mempunyai kewajiban berbeda dengan ia tidak punya tanggung jawab.  Sebab ada orang yang punya tugas wajib tetapi dapat pula dilakukan tanpa tanggung jawab.
            Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.  Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwu judan kesadaran akan kewajibannya.  Anda seorang mahasiswa, kewajiban anda adalah belajar Bila anda belajar maka hal itu berarti anda telah memenuhi kewajiban anda.  Berarti pula anda telah bertanggung jawab atas kewajiban anda.  Sudah tentu, bagaimana kegiatan belajar anda, dapat nilai C atau B maka nilai C atau B itulah kadar pertanggun jawaban anda.  Anda malas belajar,  dan anda sadar akan hal itu.  Tetapi anda tetap tidak mau belajar dengan alasan capek, segan dan lain lain.  Padahal anda menghadapi ujian. Itu berarti anda tidak memenuhi kewajiban anda,  berarti pula anda tidak bertanggung jawab. Lain lagi masalahnya bila anda diberi tugas oleh ayah anda untuk membelikan buku bagi adik anda.  Anda tidak membeli buku dan uangnya anda belikan kaset dengan lagu-lagu baru. Anda sadar akan hal itu. Kaset itu diberikan kepada adik anda. Adik anda senang sekali. Anda tidak melapor juga kepada ayah anda. Perbuatan itu menunjukan anda tidak bertanggung jawab, meskipun adik anda lebih senang dengan kaset lagu tersebut.