Senin, 17 April 2017

Tugas Softskil Rangkuman 2 jurnal (PLTA)

TUGAS SOFTSKILL
RANGKUMAN DUA JURNAL
Tema : Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Latar Belakang
Sumber listrik saat ini masih didominasi dengan batu bara yang akan habis seiring berjalannya waktu. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya air yang sangat melimpah, sementara masih banyak daerah yang tidak dapat menikmati listrik. Pembangkit listrik Tenaga Air (PLTA) bisa menjadi solusi dalam mengatasi masalah kekurangan listrik saat ini. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah suatu pembangit listrik yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi ter- junan (head) dan jumlah debit. Secara teknis air mempunyai tiga komponen utama yaitu air, turbin dan gene-rator. Pada dasarnya air memanfaatkan energi potensial jatuhan air (head), semakin tinggi jatuhan air maka semakin besar energi potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik.

Tujuan Penelitian
          Mengetahui perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Air di 2 lokasi yang berbeda.

Hasil Rangkuman
1.      PERANCANGAN INSTALASI ALIRAN AIR PLTA RENUN GUNA PENINGKATAN DAYA KELUARAN GENERATOR SINKRON

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Renun adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air sungai renun dan sebelas anak sungai lain yang kemudian dikumpulkan dalam suatu bendungan pengantar. PLTA Renun menghasilkan sebesar 313,5 GWh energi yang dihasilkan per tahun. Namun potensi sumber daya air pada sungai renun masih dapat dimanfaatkan lebih maksimal lagi dengan memodifikasi aliran air menuju rumah turbin guna meningkatkan daya keluaran turbin. Pada tulisan ini membahas tentang perancangan atau modifikasi aliran air menuju rumah turbin meliputi perubahan panjang, diameter dan bahan material pipa penstock yang digunakan dalam instalasi sehingga dapat mengurangi rugi gesekan air terhadap permukaan pipa dengan itu mengurangi juga rugi-rugi kehilangan tinggi tekan air (meningkatkan head efektif) sehingga daya keluaran turbin atau daya input mekanis generator pun meningkat.

2.      PERENCANAAN DASAR BANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) KALIBEBER KABUPATEN WONOSOBO

Sumber listrik saat ini masih didominasi dengan batu bara yang akan habis seiring berjalannya waktu. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya air yang sangat melimpah, sementara masih banyak daerah yang tidak dapat menikmati listrik. Pembangkit listrik Tenaga Air (PLTA) bisa menjadi solusi dalam mengatasi masalah kekurangan listrik saat ini. PLTA adalah suatu sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan air dan head sebagai sumbernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dasar (basic design) bangunan PLTA dan mengetahui besarnya daya listrik yang dihasilkan oleh PLTA Kalibeber. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi PLTA di Sungai Serayu hulu di Desa Kalibeber Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo. PLTA Kalibeber berpotensi untuk didirikan karena daerah tersebut memiliki sumber air yang berasal dari sungai Serayu yang cukup deras. Analisa debit banjir 50 tahunan dihitung menggunakan Metode Nakayasu dengan luas daerah aliran sungai 130,875 km2. Hasil perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh debit banjir 50 tahunan sebesar 373,175 m3/detik sebagai dasar dalam desain bangunan bendung pada PLTA Kalibeber, sehingga diperoleh tinggi mercu 5 m, jari-jari mercu 2,5 m, tinggi vertikal bendung 16,5 m, panjang bendung 12,5 m dan pajang kolam olak 32 m. Debit andalan dengan probabilitas 90%  sebesar 2,07 m3/det dan data debit inflow PLTA Garung sebesar 1,39 m3/det digunakan untuk desain bangunan pengambilan (intake), saluran pembawa, kantong lumpur, bak penenang dan pipa pesat (penstok) sehingga diperoleh dimensi intake dengan lebar pintu 2 m, tinggi pintu 1,4 m, dan jumlah pintu 2 buah. Bangunan pembilas bendung dengan lebar pintu pembilas 1,5 m, tinggi pintu pembilas 1 m, jumlah pintu pembilas 2 buah. Saluran terbuka dengan lebar 4 m, tinggi 1,5 m, tinggi jagaan 0,6 m dan kemiringan saluran 1:1,5. Kantong lumpur dengan lebar 8,5 m dan panjang 70 m. Bak penenang dengan lebar 9 m, panjang 27 m dan kedalaman bak penenang 4 m. Pipa pesat (penstok) dengan diameter 1,5 m dan tebal 6 mm. Energi listrik yang dihasilkan oleh sistem PLTA Kalibeber dengan debit 3,46 m3/detik diperoleh daya sebesar 1.218,73 kW dan energi sebesar 438.741,51 kWh selama 15 hari pertama pada bulan januari. Energi tertinggi dihasilkan pada bulan Desember 15 hari terakhir sebesar 467.990,94kWh dan energi terkecil dihasilkan pada bulan Februari 15 hari terakhir 365.888,34 kWh.Besarnya rata-rata energi listrik yang dihasilkan setiap tahun adalah 435.848,20 kWh.

 

Kesimpulan Penulis

            Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Air di dua Lokasi tersebut mempunyai perancangan yang berbeda dikarenakan berbagai faktor seperti.

·         Kondisi alam lokasi PLTA

·         Luas aliran sungai

·         Laju kecepatan aliran sungai

·         Debit dan volume sungai

Semakin luas sungai, debit sungai yang besar dan semakin cepat laju aliran sungai maka akan semakin besar daya listrik yang bisa dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air Tersebut.

Seperti pada dua PLTA diatas Besar rata rata energy listrik setiap tahun yang dihasilkan berbeda. Pada PLTA Renun menghasilkan sebesar 313,5 GWh energi yang dihasilkan per tahun. Sedangkan pada PLTA Kalibeber di kabupaten Wonosobo menghasilkan energy tahunan sebesar 435.8 GWh

Maka PLTA Kalibeber menghasilkan energy listrik yang lebih besar dibandingkan dengan PLTA Renun.