TUGAS SOFTSKILL
RANGKUMAN DUA JURNAL
Tema : Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA)
Latar
Belakang
Sumber
listrik saat ini masih didominasi dengan batu bara yang akan habis seiring
berjalannya waktu. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya air
yang sangat melimpah, sementara masih banyak daerah yang tidak dapat menikmati
listrik. Pembangkit listrik Tenaga Air (PLTA) bisa menjadi solusi dalam mengatasi
masalah kekurangan listrik saat ini. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
adalah suatu pembangit listrik yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga
penggeraknya seperti saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara
memanfaatkan tinggi ter- junan (head) dan jumlah debit. Secara teknis air
mempunyai tiga komponen utama yaitu air, turbin dan gene-rator. Pada dasarnya
air memanfaatkan energi potensial jatuhan air (head), semakin tinggi jatuhan
air maka semakin besar energi potensial air yang dapat diubah menjadi energi
listrik.
Tujuan
Penelitian
Mengetahui
perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Air di 2 lokasi yang berbeda.
Hasil
Rangkuman
1. PERANCANGAN INSTALASI ALIRAN AIR PLTA RENUN GUNA
PENINGKATAN DAYA KELUARAN GENERATOR SINKRON
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Renun adalah pembangkit
listrik yang memanfaatkan aliran air sungai renun dan sebelas anak sungai lain
yang kemudian dikumpulkan dalam suatu bendungan pengantar. PLTA Renun
menghasilkan sebesar 313,5 GWh energi yang dihasilkan per tahun. Namun potensi
sumber daya air pada sungai renun masih dapat dimanfaatkan lebih maksimal lagi
dengan memodifikasi aliran air menuju rumah turbin guna meningkatkan daya
keluaran turbin. Pada tulisan ini membahas tentang perancangan atau modifikasi
aliran air menuju rumah turbin meliputi perubahan panjang, diameter dan bahan
material pipa penstock yang digunakan dalam instalasi sehingga dapat mengurangi
rugi gesekan air terhadap permukaan pipa dengan itu mengurangi juga rugi-rugi
kehilangan tinggi tekan air (meningkatkan head efektif) sehingga daya keluaran
turbin atau daya input mekanis generator pun meningkat.
2.
PERENCANAAN DASAR BANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA AIR (PLTA) KALIBEBER KABUPATEN WONOSOBO
Sumber listrik saat ini masih didominasi dengan batu
bara yang akan habis seiring berjalannya waktu. Indonesia merupakan negara yang
memiliki sumber daya air yang sangat melimpah, sementara masih banyak daerah
yang tidak dapat menikmati listrik. Pembangkit listrik Tenaga Air (PLTA) bisa
menjadi solusi dalam mengatasi masalah kekurangan listrik saat ini. PLTA adalah
suatu sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan air dan head sebagai
sumbernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dasar (basic
design) bangunan PLTA dan mengetahui besarnya daya listrik yang dihasilkan oleh
PLTA Kalibeber. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kuantitatif. Lokasi PLTA di Sungai Serayu hulu di Desa Kalibeber Kecamatan
Mojotengah Kabupaten Wonosobo. PLTA Kalibeber berpotensi untuk didirikan karena
daerah tersebut memiliki sumber air yang berasal dari sungai Serayu yang cukup
deras. Analisa debit banjir 50 tahunan dihitung menggunakan Metode Nakayasu
dengan luas daerah aliran sungai 130,875 km2. Hasil perhitungan yang telah
dilakukan maka diperoleh debit banjir 50 tahunan sebesar 373,175 m3/detik
sebagai dasar dalam desain bangunan bendung pada PLTA Kalibeber, sehingga
diperoleh tinggi mercu 5 m, jari-jari mercu 2,5 m, tinggi vertikal bendung 16,5
m, panjang bendung 12,5 m dan pajang kolam olak 32 m. Debit andalan dengan
probabilitas 90% sebesar 2,07 m3/det dan data debit inflow PLTA Garung
sebesar 1,39 m3/det digunakan untuk desain bangunan pengambilan (intake),
saluran pembawa, kantong lumpur, bak penenang dan pipa pesat (penstok) sehingga
diperoleh dimensi intake dengan lebar pintu 2 m, tinggi pintu 1,4 m, dan jumlah
pintu 2 buah. Bangunan pembilas bendung dengan lebar pintu pembilas 1,5 m,
tinggi pintu pembilas 1 m, jumlah pintu pembilas 2 buah. Saluran terbuka dengan
lebar 4 m, tinggi 1,5 m, tinggi jagaan 0,6 m dan kemiringan saluran 1:1,5.
Kantong lumpur dengan lebar 8,5 m dan panjang 70 m. Bak penenang dengan lebar 9
m, panjang 27 m dan kedalaman bak penenang 4 m. Pipa pesat (penstok) dengan diameter
1,5 m dan tebal 6 mm. Energi listrik yang dihasilkan oleh sistem PLTA Kalibeber
dengan debit 3,46 m3/detik diperoleh daya sebesar 1.218,73 kW dan energi
sebesar 438.741,51 kWh selama 15 hari pertama pada bulan januari. Energi
tertinggi dihasilkan pada bulan Desember 15 hari terakhir sebesar 467.990,94kWh
dan energi terkecil dihasilkan pada bulan Februari 15 hari terakhir 365.888,34
kWh.Besarnya rata-rata energi listrik yang dihasilkan setiap tahun adalah
435.848,20 kWh.
Kesimpulan Penulis
Perancangan
Pembangkit Listrik Tenaga Air di dua Lokasi tersebut mempunyai perancangan yang
berbeda dikarenakan berbagai faktor seperti.
·
Kondisi alam
lokasi PLTA
·
Luas aliran
sungai
·
Laju kecepatan
aliran sungai
·
Debit dan volume
sungai
Semakin luas sungai, debit sungai yang besar dan
semakin cepat laju aliran sungai maka akan semakin besar daya listrik yang bisa
dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air Tersebut.
Seperti pada dua PLTA diatas Besar rata rata energy listrik
setiap tahun yang dihasilkan berbeda. Pada PLTA Renun menghasilkan sebesar
313,5 GWh energi yang dihasilkan per tahun. Sedangkan pada PLTA Kalibeber di
kabupaten Wonosobo menghasilkan energy tahunan sebesar 435.8 GWh
Maka PLTA Kalibeber menghasilkan energy listrik yang
lebih besar dibandingkan dengan PLTA Renun.