Jumat, 09 Mei 2014

Manusia dan Tanggung Jawab

Pengertian yang kita peroleh sehari-hari untuk kata " per-tanggungjawaban "  dari kata "tanggung jawab” yaitu beban psikis, yang melandasi pelaksanaan kewajiban (atau dalam melakukan kewajiban)  dari tugas tertentu. Kesanggupan seseorang terhadap suatu tugas wajib atau disebut kewajiban, akan berakibat suatu celaan atau akibat tertentu jika tidak dilaksanakan.  Apabila meniggalkan tugas wajib dapat diartikan melupakan kewajiban atau tak bertanggung jawab.  Sebagai contoh misalnya, "seorang sudah sanggup menerima tugas mengajar sebuah mata pelajaran di suatu kelas,  maka untuk itu ia akan menerima imbalannya Kalau ia tidak melaksanakan tugas tadi (wajib), maka tanggung jawab moralnya dianggap rendah atau bahkan sebut tak punya tanggung jawab moral.  Jadi dengan adanya kewajiban itu ia memiliki tanggung jawab karena ia melakukan tugas wajib,  sehingga pernyataan bahwa:  ia tidak mempunyai kewajiban berbeda dengan ia tidak punya tanggung jawab.  Sebab ada orang yang punya tugas wajib tetapi dapat pula dilakukan tanpa tanggung jawab.
            Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.  Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwu judan kesadaran akan kewajibannya.  Anda seorang mahasiswa, kewajiban anda adalah belajar Bila anda belajar maka hal itu berarti anda telah memenuhi kewajiban anda.  Berarti pula anda telah bertanggung jawab atas kewajiban anda.  Sudah tentu, bagaimana kegiatan belajar anda, dapat nilai C atau B maka nilai C atau B itulah kadar pertanggun jawaban anda.  Anda malas belajar,  dan anda sadar akan hal itu.  Tetapi anda tetap tidak mau belajar dengan alasan capek, segan dan lain lain.  Padahal anda menghadapi ujian. Itu berarti anda tidak memenuhi kewajiban anda,  berarti pula anda tidak bertanggung jawab. Lain lagi masalahnya bila anda diberi tugas oleh ayah anda untuk membelikan buku bagi adik anda.  Anda tidak membeli buku dan uangnya anda belikan kaset dengan lagu-lagu baru. Anda sadar akan hal itu. Kaset itu diberikan kepada adik anda. Adik anda senang sekali. Anda tidak melapor juga kepada ayah anda. Perbuatan itu menunjukan anda tidak bertanggung jawab, meskipun adik anda lebih senang dengan kaset lagu tersebut.

Menurut sifat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi.  Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri,  perasaan sendiri,  dengan itu manusia berbuat atau bertindak.  Dalam hal ini manusia tak luput dari kesalahan,  kekeliruan,  baik yang disengaja ataupun tidak jawab Oleh karena itu,  dalam hal ini manusia harus bertanggung atas dirinya pribadi. Contoh Radi membaca sambil berjalan.  Meskipun sebentar-sebentar ia melihat jalan,  tetapi juga ia lengah dan terperosok ke sebuah lobang Kakinya terkilir.  Ia menyesali dirinya sendiri akan kejadian itu.  Ia harus beristirahat beberapa hari di rumah.  Konsekuensi tinggal di rumah beberapa hari merupakan tanggung jawab sendiri akan kelengahannya.
Disini saya akan membagi Tanggung Jawab menjadi 4 (Empat).

  1. Tanggung Jawab Kepada Keluarga.
Masyarakat kecil ialah keluarga. Keluarga adalah suami, istri, ayah, ibu dan anak-anak, dan juga orang-orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan,  keselamatan,  pendidikan dan kehidupan.  Contoh  l.  Penyelewengan Dr.Tono(Sukartono) kepada Yah, berarti tidak bertanggung jawab akan kewajibannya sebagai suami.  sebaliknya,  Tini,  istri Tono yang kurang menghargai suaminya Juga merupakan contoh tidak bertanggung jawabnya sebagai istri. (Belenggu-  A.  Pane).  Contoh 2. Perbuatan guru Isa Mengambil barang-barang milik sekolah untuk dijual adalah merupakan pertanggungawabannya sebagai kepala rumah tangga,  meskipun tanggung jawab itu sebenarnya merupakan perbuatan yang melanggar noma hukum,  norma susila,  dan norma (Jalan Tak Ada Ujung moral.  Mochtar Lubis).

  1. Tanggung Jawab Kepada Masyarakat. 
Satu kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat.  Karena itu, dalam berpikir,  bertingkah laku,  berbicara,  dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat.  Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Contoh : Tuti telah bertekad untuk berjuang meningkatkan derajat kaumnya dalam "Putri Sadar” ia bertekad bahwa apapun yang terjadi atas dirinya tetap akan dipertanggungjawabkan : ”Tidak,  tidak,  saya tidak boleh mendurhaka demikian terhadap asas,  tujuan,  dan pendirian sendiri.  Malu saya melihat saya sendiri.”  Apa boleh buat jalan yang sulit ini sudah saya pilih dari semula dan saya tiada boleh menyimpang lagi, meski ke mana sekalipun saya dibawanya”. (Layar Terkembang). 

  1. Tanggung jawab kepada Bangsa/Negara.
Suatu kenyataan lagi,  bahwa tiap manusia, tiap individual adalah warga negara suatu negara.  Dalam berpikir,  berbuat.  bertindak,  bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.  Manusia tidak dapat berbuat semau sendiri.  Bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.  Contoh  Dalam novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis,  Guru Isa yang terkenal dengan guru baik,  terpaksa mencuri barang-  barang milik sekolah demi rumah tangganya.  Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggungawabkan kepada Pemerintah Kalau perbuatan itu diketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.

  1. Tanggung Jawab kepada Tuhan.
Manusia ada tidak dengan sendirinya, tetapi merupakan makluk ciptaan Tuhan.  Sebagai ciptaan Tuhan,  manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana pada dirinya yaitu pikiran,  perasaan,  seluruh anggota tubuhnya,  dan alam sekitarnya.  Dalam mengembangkan dirinya manusia bertingkah laku dan berbuat.  Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yang disengaja maupun tidak.  Sebagai hamba Tuhan manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang salah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya.  Dalam kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan.  Apabila tidak bersembahyang maka manusia itu harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya itu di akhirat kelak.  Manusia hidup dalam perjuangan,  begitu firman Tuhan.  Tetapi bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya,  maka segala akibatnya harus dipikul sendiri,  penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya.  Meskipun manusia menutupi perbuatan yang salah dengan segalajalan sesuai dengan kondisi kemampuannya,  misalnya dengan hartanya,  kekuasaan dan nya,  atau kekuatannya(ancaman),  namun manusia tak lepas dari anggung jawabnya kepada Tuhan.

Dapat disimpulkan bahwa Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja.  Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.  Manusia adalah makhluk pribadi,  karena itu manusia mempunyai tanggung jawab secara pribadi atas segala perbuatannya.  Tetapi karena manusia juga makhluk sosial maka seringkali perbuatan itu menyangkut masyarakat,  sehingga manusia pun harus bertanggung jawab kepada masyarakat.Tak dapat dielakkan,  bahwa manusia adalah warga negara suatu negara.  Karena itu manusia mempunyai kewajiban terhadap negara.  Bila manusia melalaikan kewaiibannya,  sudah tentu ia harus bertanggung jawab kepada negara.  Manusia ada bukan dengan sendirinya,  tetapi merupakan ciptaan Tuhan.  Karena itu manusia berkewajiban terhadap Tuhan.  Kelalaian akan kewajibannya terhadap Tuhan,  harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.



DAFTAR PUSTAKA
1.      Mohtar Hadi, dkk.,Ilmu Budaya Dasar,UNS, Surakarta,1986.
2.      Suryadi M.P., Drs., Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar,Universitas Terbuka, Jakarta, 1985.
3.      Hoegiono,drs., Ilmu Budaya Dasar dan PKLH, IKIP Semarang Press, 1990.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar