Manusia
dan Tanggung Jawab
Pengertian
yang kita peroleh sehari-hari untuk kata " per-tanggungjawaban " dari kata "tanggung jawab” yaitu beban
psikis, yang melandasi pelaksanaan kewajiban (atau dalam melakukan kewajiban) dari tugas tertentu. Kesanggupan seseorang
terhadap suatu tugas wajib atau disebut kewajiban, akan berakibat suatu celaan
atau akibat tertentu jika tidak dilaksanakan.
Apabila meniggalkan tugas wajib dapat diartikan melupakan kewajiban atau
tak bertanggung jawab. Sebagai contoh
misalnya, "seorang sudah sanggup menerima tugas mengajar sebuah mata pelajaran
di suatu kelas, maka untuk itu ia akan
menerima imbalannya Kalau ia tidak melaksanakan tugas tadi (wajib), maka
tanggung jawab moralnya dianggap rendah atau bahkan sebut tak punya tanggung
jawab moral. Jadi dengan adanya
kewajiban itu ia memiliki tanggung jawab karena ia melakukan tugas wajib, sehingga pernyataan bahwa: ia tidak mempunyai kewajiban berbeda dengan
ia tidak punya tanggung jawab. Sebab ada
orang yang punya tugas wajib tetapi dapat pula dilakukan tanpa tanggung jawab.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwu judan kesadaran akan kewajibannya. Anda seorang mahasiswa, kewajiban anda adalah belajar Bila anda belajar maka hal itu berarti anda telah memenuhi kewajiban anda. Berarti pula anda telah bertanggung jawab atas kewajiban anda. Sudah tentu, bagaimana kegiatan belajar anda, dapat nilai C atau B maka nilai C atau B itulah kadar pertanggun jawaban anda. Anda malas belajar, dan anda sadar akan hal itu. Tetapi anda tetap tidak mau belajar dengan alasan capek, segan dan lain lain. Padahal anda menghadapi ujian. Itu berarti anda tidak memenuhi kewajiban anda, berarti pula anda tidak bertanggung jawab. Lain lagi masalahnya bila anda diberi tugas oleh ayah anda untuk membelikan buku bagi adik anda. Anda tidak membeli buku dan uangnya anda belikan kaset dengan lagu-lagu baru. Anda sadar akan hal itu. Kaset itu diberikan kepada adik anda. Adik anda senang sekali. Anda tidak melapor juga kepada ayah anda. Perbuatan itu menunjukan anda tidak bertanggung jawab, meskipun adik anda lebih senang dengan kaset lagu tersebut.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwu judan kesadaran akan kewajibannya. Anda seorang mahasiswa, kewajiban anda adalah belajar Bila anda belajar maka hal itu berarti anda telah memenuhi kewajiban anda. Berarti pula anda telah bertanggung jawab atas kewajiban anda. Sudah tentu, bagaimana kegiatan belajar anda, dapat nilai C atau B maka nilai C atau B itulah kadar pertanggun jawaban anda. Anda malas belajar, dan anda sadar akan hal itu. Tetapi anda tetap tidak mau belajar dengan alasan capek, segan dan lain lain. Padahal anda menghadapi ujian. Itu berarti anda tidak memenuhi kewajiban anda, berarti pula anda tidak bertanggung jawab. Lain lagi masalahnya bila anda diberi tugas oleh ayah anda untuk membelikan buku bagi adik anda. Anda tidak membeli buku dan uangnya anda belikan kaset dengan lagu-lagu baru. Anda sadar akan hal itu. Kaset itu diberikan kepada adik anda. Adik anda senang sekali. Anda tidak melapor juga kepada ayah anda. Perbuatan itu menunjukan anda tidak bertanggung jawab, meskipun adik anda lebih senang dengan kaset lagu tersebut.
Menurut
sifat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang
pribadi. Karena merupakan seorang
pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dengan itu manusia berbuat atau
bertindak. Dalam hal ini manusia tak
luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang disengaja ataupun tidak jawab Oleh
karena itu, dalam hal ini manusia harus
bertanggung atas dirinya pribadi. Contoh Radi membaca sambil berjalan. Meskipun sebentar-sebentar ia melihat
jalan, tetapi juga ia lengah dan
terperosok ke sebuah lobang Kakinya terkilir.
Ia menyesali dirinya sendiri akan kejadian itu. Ia harus beristirahat beberapa hari di
rumah. Konsekuensi tinggal di rumah
beberapa hari merupakan tanggung jawab sendiri akan kelengahannya.
Disini
saya akan membagi Tanggung Jawab menjadi 4 (Empat).
- Tanggung
Jawab Kepada Keluarga.
Masyarakat
kecil ialah keluarga. Keluarga adalah suami, istri, ayah, ibu dan anak-anak, dan
juga orang-orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga
wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama
baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan,
pendidikan dan kehidupan. Contoh l.
Penyelewengan Dr.Tono(Sukartono) kepada Yah, berarti tidak bertanggung
jawab akan kewajibannya sebagai suami.
sebaliknya, Tini, istri Tono yang kurang menghargai suaminya
Juga merupakan contoh tidak bertanggung jawabnya sebagai istri. (Belenggu- A.
Pane). Contoh 2. Perbuatan guru
Isa Mengambil barang-barang milik sekolah untuk dijual adalah merupakan
pertanggungawabannya sebagai kepala rumah tangga, meskipun tanggung jawab itu sebenarnya
merupakan perbuatan yang melanggar noma hukum,
norma susila, dan norma (Jalan Tak
Ada Ujung moral. Mochtar Lubis).
- Tanggung
Jawab Kepada Masyarakat.
Satu
kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota
masyarakat. Karena itu, dalam
berpikir, bertingkah laku, berbicara,
dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan
perbuatannya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Contoh : Tuti telah
bertekad untuk berjuang meningkatkan derajat kaumnya dalam "Putri Sadar”
ia bertekad bahwa apapun yang terjadi atas dirinya tetap akan
dipertanggungjawabkan : ”Tidak, tidak, saya tidak boleh mendurhaka demikian terhadap
asas, tujuan, dan pendirian sendiri. Malu saya melihat saya sendiri.” Apa boleh buat jalan yang sulit ini sudah
saya pilih dari semula dan saya tiada boleh menyimpang lagi, meski ke mana
sekalipun saya dibawanya”. (Layar Terkembang).
- Tanggung
jawab kepada Bangsa/Negara.
Suatu
kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap
individual adalah warga negara suatu negara.
Dalam berpikir, berbuat. bertindak,
bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang
dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat
berbuat semau sendiri. Bila perbuatan
manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada negara. Contoh Dalam novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar
Lubis, Guru Isa yang terkenal dengan
guru baik, terpaksa mencuri barang- barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula
dipertanggungawabkan kepada Pemerintah Kalau perbuatan itu diketahui ia harus
berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.
- Tanggung
Jawab kepada Tuhan.
Manusia
ada tidak dengan sendirinya, tetapi merupakan makluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan, manusia dapat mengembangkan diri sendiri
dengan sarana-sarana pada dirinya yaitu pikiran, perasaan,
seluruh anggota tubuhnya, dan
alam sekitarnya. Dalam mengembangkan
dirinya manusia bertingkah laku dan berbuat.
Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik
yang disengaja maupun tidak. Sebagai
hamba Tuhan manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang salah
itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya. Dalam kehidupan sehari-hari manusia
bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan.
Apabila tidak bersembahyang maka manusia itu harus mempertanggungjawabkan
kelalaiannya itu di akhirat kelak.
Manusia hidup dalam perjuangan,
begitu firman Tuhan. Tetapi bila
manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul
sendiri, penderitaan akibat kelalaian
adalah tanggung jawabnya. Meskipun
manusia menutupi perbuatan yang salah dengan segalajalan sesuai dengan kondisi
kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaan dan nya, atau kekuatannya(ancaman), namun manusia tak lepas dari anggung jawabnya
kepada Tuhan.
Dapat
disimpulkan bahwa Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku
atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai
perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia adalah makhluk pribadi,
karena itu manusia mempunyai tanggung jawab secara pribadi atas segala
perbuatannya. Tetapi karena manusia juga
makhluk sosial maka seringkali perbuatan itu menyangkut masyarakat, sehingga manusia pun harus bertanggung jawab
kepada masyarakat.Tak dapat dielakkan,
bahwa manusia adalah warga negara suatu negara. Karena itu manusia mempunyai kewajiban
terhadap negara. Bila manusia melalaikan
kewaiibannya, sudah tentu ia harus
bertanggung jawab kepada negara. Manusia
ada bukan dengan sendirinya, tetapi
merupakan ciptaan Tuhan. Karena itu
manusia berkewajiban terhadap Tuhan.
Kelalaian akan kewajibannya terhadap Tuhan, harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Mohtar Hadi, dkk.,Ilmu Budaya Dasar,UNS,
Surakarta,1986.
2.
Suryadi M.P., Drs., Buku Materi Pokok
Ilmu Budaya Dasar,Universitas Terbuka, Jakarta, 1985.
3.
Hoegiono,drs., Ilmu Budaya Dasar dan
PKLH, IKIP Semarang Press, 1990.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar